Nuff Head

Najib For PM

Najib Razak merupakan PM yang paling banyak membawa Transformasi dan menyentuh segenap lapisan masyarakat

Suara 1Sarawak

Selamat Datang Semoga Kehadiran Anda Penuh Makna

Memaparkan catatan dengan label BN.PAS.. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label BN.PAS.. Papar semua catatan

28 Januari 2011

MENTAATI PEMERINTAH ADALAH SYI'AR AHLUS SUNNAH.

gambar hiasan

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah menyatakan wajib ta’at kepada waliyyul amri dan tidak boleh memberontak terhadap mereka, sama ada penguasa yang ‘adil mahupun penguasa yang zalim, selama belum tampak daripada mereka kekufuran yang nyata, dengan mengembalikan keputusan kufur atau tidaknya kepada para ‘ulama ahlus sunnah. Inilah manhaj dan syi’ar Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sepanjang zaman hingga akhir zaman. Prinsip ini mereka tegakkan di atas hujjah dan dalil-dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Di antaranya:

Firman Allah s.w.t.:

Wahai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah, ta’atilah Rasul, dan ulil amri (‘pemerintah) dari kalangan kalian. (an-Nisa’ 4: 59)

Dari al-Harits bin Basyir, bahawa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam (s.a.w.) bersabda:

Aku perintahkan kalian dengan lima perkara, yang Allah telah memerintahkan aku dengannya: Mendengar, Ta’at (kepada pemerintah), Jihad, Hijrah, dan (berpegang teguh dengan) al-Jama’ah”. (Hadis Riwayat Ahmad 6/202; at-Tirmidzi, no. 2863; Ibnu Abi ‘Ashim, no. 1036.Lihat pula al-Mlsykah, no. 3694 dan Shahihul Jami’, no. 1724)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (r.a.) berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barangsiapa yang taat kepadaku, sungguh dia telah taat kepada Allah. Barangsiapa yang derhaka kepadaku, sungguh dia telah derhaka kepada Allah. Barangsiapa mentaati amir (penguasa), sungguh dia telah taat kepadaku. Dan barangsiapa yang menderhakai (menentang) kepada amir sungguh dia telah derhaka kepadaku.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, no. 7137; Muslim, no. 1835; an-Nasa’i, no. 4204, 5525, dari Abu Hurairah r.a.)

Dari Ibnu ‘Umar r.a., bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Wajib atas seorang muslim (untuk) mendengar dan taat (terhadap pemerintah) pada apa yang ia suka atau pun yang ia benci, kecuali jika diperintah (untuk) berbuat maksiat. Jika diperintah untuk bermaksiat, maka tidak (boleh) mendengar dan taat (tidak melakukan kemaksiatan yang diperintahkan).” (Muttafaqun ‘alaihi, Hadis Riwayat al-Bukhari, no. 7144; Muslim, no. 1839. Yakni tidak mendengar dan tidak taat dari perkara maksiat yang diperintahkan itu saja. Bukan bererti tidak mendengar dan tidak taat secara total atau memberontak. Perhatikan hadis-hadis berikutnya)

Dan Ibnu ‘Abbas , bahwa Rasulullah bersabda:

Barangsiapa yang melihat pada pemimpinnya suatu kerusakan/ kezhaliman) hendaknya dia bersabar. Kerana barangsiapa yang memisahkan din dan jama’ah (pen guasa) sejengkal saja kemudian mati, maka matinya (di atas) jahiliyyah’. (Muttafaqun ‘alaihi, Hadis Riwayat al-Bukhari, no. 7054; Muslim, no. 1849)

Dari Hudzaifah Ibnul Yaman, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:

Akan ada sepeninggalanku nanti para pemimpin yang tidak mengambil petunjukku dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Akan muncul pula di tengah-tengah kalian orang-orang yang hatinya adalah hati syaitan dalam wujud manusia. Aku (Hudzaifah) bertanya: “Apa yang harus aku lakukan jika aku mendapatinya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “(Hendaknya kau tetap) mendengar dan taat kepada penguasa, meskipun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, (tetap bersikaplah) mendengar dan taat!’. (Hadis Riwayat Muslim, no. 1847)

Dari ‘Adi bin Hatim berkata: Kami bertanya:

“Ya Rasulullah, kami tidak bertanya kepadamu tentang (ketaatan) kepada (pen guasa) yang bertaqwa, akan tetapi bagaimana dengan (penguasa) yang berbuat (demikian) dan yang berbuat (demikian), ‘Adi bin Hatim menyebutkan beberapa perbuatan jahat (penguasa tersebut – pent.), maka Rasulullah bersabda: Bertaqwalah kepada Allah dan (tetaplah) mendengar dan taat (kepada mereka). (Hadis Riwayat Ibnu Abi ‘Ashim)

Dan Ummu Salamah berkata, bahawa Rasulullah bersabda:

‘Akan ada sepeninggalanku nanti pemimpin (yang) kalian mengenalnya dan mengingkari (kejelekannya), maka barangsiapa membencinya (bererti) dia telah berlepas diri, dan barangsiapa mengingkarinya (bererti,) dia telah selamat. Akan tetapi barangsiapa yang meredhainya kejahatannya, akan mengikutinya. Para sahabat bertanya:

“Wahai Rasulullah, Apakah tidak kita perangi saja mereka?” Beliau menjawab:

“Jangan, selama mereka masih menegakkan solat.” (Hadis Riwayat Muslim, 1854)

Dan dari sahabat ‘Auf bin Malik al-Asyja’i dengan lafazh:

‘Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, Apakah tidak kita perangi saja mereka dengan pedang? Beliau menjawab: “Jangan, selama mereka masih menegakkan solat di tengah-tengah kalian.” (Hadis Riwayat Muslim, no. 1855)



Inilah aqidah, prinsip dan syi’ar Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam bersikap terhadap penguasa atau pemerintaH.
SUMBER KREDIT DARI: BAHAYA SIRIK BLOGSPOT

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...